· Awalnya aku berpikir bahwa menjalankan kegiatan di desa sangatlah mudah. Ternyata salah. Perjalanan ke sana sangatlah jauh. Kira-kira perjalanan ke sana memakan waktu 13-14 jam. Setelah aku sampai di sana, aku disambut oleh iduk semang aku yaitu Bapak Wahono. Bapak Wahono sangat baik dan juga ramah. Aku serumah dengan Sherly. Setelah sampai di rumah Bapak Wahono, aku berkenalan dengan istrinya dan satu anak perempuannya. Mereka sangat ramah dan perhatian.
Rumah yang aku tempati itu tidak mempunyai Wc, Setiap aku mau mandi, aku harus numpang mandi ke seberang yaitu rumah Bapak Ijo. Pak iJo orangnya juga sangatlah ramah, Ada dua temenku yang tinggal di rumah pak Ijo. Setiap malam, aku bermain ke tempat pak Ijo. Di sana aku berkumpul bersama temen-temen aku untuk cerita-cerita, nyanyi-nyanyi, dan juga bercanda.
Setiap jam 9 malam aku selalu di jemput oleh iduk semangku. Aku disuruh pulang untuk beristirahat. Aku sangat senang berada di rumah itu, karena Bapak Wahono dan keluarga sangat baik terhadap aku.
· Setiap pagi aku bangaun jam 7. Pas aku bangun dan keluar dari kamar, aku sudah disuruh sarapan oleh bapak dan ibu. Selama di sana aku makan dengan lauk yang berbeda-beda. Ada ayam, telur, sayuran, kerupuk, tahu, dan tempe. Masakan ibu sangat enak. Aku sangat berselera.
Setelah selesai sarapan, aku membantu mencuci piring. Aku tidak disuruh bekerja oleh kedua induk semangku. Bapak wahono bekerja sebagai pemotong kayu dan menjual kambing. Dy menjual kambing di rumah, Aku juga kasih makan ke kambing-kambingnya. Ini pengalaman pertama kali aku kasih makan ke kambing, dan ini juga hanya dapat aku alami di desa.
Di sana aku mendapatkan banyak pengalaman yang belum pernah saya alami sebelumnya. Aku member makan kambing, menjelajahi hutan, dan membantu temanku untuk mengambil air ke sumber mata air.
· Pada hari kedua, aku di ajak pergi ke pasar kambing oleh bapak Wahono. Di sana aku melihat banyak kambing. Kambing-kambingnya ada yang sangat besar dan juga ada yang kecil. Harga-harga kambing tersebut ada yang mencapa 1 juta, 3 juta, bahkan 5 juta.
Setelah dari pasar kambing, aku di ajak lagi ke pasar tradisional. Di sana menjual barang-barang kebutuhan sehari-hari. Aku pergi ke sana sekitar jam 11, sehingga yang berjualan sudah pada bubar. Setelah itu, aku minta di anterin ke rumah pak dukuh untuk membantu membuat kue-kue. Di sana aku berkenalan dengan banyak warga. Mereka sangatlah baik, ramah, dan murah senyum.
· Aku juga mempunyai pengalaman yang menarik di sana. Misalnya menjelajahi hutan untuk pergi ke sungai. Aku menjelajahi hutan untuk pergi ke sungai bersama teman-teman aku. Perjalanan ke sana sangatlah jauh, aku melewati hutan yang sangat angker. Di sana jalannya sangat kecil dan sempit. Di samping kiri kanan semuanya ditutupin pohon-pohon. Jalannya juga sangat berbahaya, kalau tidak berhati-hati maka akan jatuh ke bawah. Setelah sampai di Sungai, aku bermain air dan foto-foto bersama teman-temanku. Setelah mau jalan pulang, aku dan teman-temanku nyasar. Kami bingung mencari jalan pulang. Setelah sekian lama kami memutar-mutar, akhirnya kami menemukan jalan pulang dan kembali ke rumah masing-masing untuk makan siang dan mandi.
· Pada tanggal 17an, di sana mengadakan upacara bendera, dan lomba-lomba. Upacara tersebut hanya di laksanakan oleh warga desa meranggen. Aku berada di desa patihombo, sehingga aku tidak harus mengikuti upacara bendera tersebut. Lomba-lomba di laksanakan di desa patihombo, di lapangan voli. Lomba- lomba tersebut ada permainan Voli, panjat pinang. Teman-temanku ada yang mengikuti perlombaan panjat pinang, tetapi mereka tidak berhasil membawa pulang hadianya. Aku pertama kali merasakan hari kemerdekaan di desa. Suasana hari kemerdekaan di desa tidak kalah semangat dengan suasana di Jakarta.
· Pada hari ketiga, Aku mengikuti misa di gereja. Di sana aku ketemu dengan banyak orang. Orang-orang di sana sangatlah berbeda dengab orang-orang di Jakarta. Orang-orang di sana sangat baik dan ramah.
Setelah bubar dari gereja, aku membeli sedikit kenang-kenangan buat keluarga Bapak Wahono. Aku membeli sikat gigi, odol, teh celup, dan biscuit.
Ketika aku kasih kenang-kenangan tersebut, Keluarga Bapak Wahono sangat senang dan mereka mengucapkan banyak terimakasik kepadaku. Aku merasa senang melihat keluarga bapak Wahono senang.
· Aku juga mempunyai satu pengalaman yang tidak terlupakan. Aku naik sepeda di sana. Sebelumnya aku sudah lama sekali tidak naik sepeda, saat di sana,aku meminjam sepeda kepada salah satu warga. Saat aku naik sepeda di tempat menurun aku terjatuh karena lupa mengerem sepeda tersebut. Sehingga tangan aku terluka dan mengeluarkan darah. Untung ada yang menahan sehingga aku tidak jatuh ke jurang dan hanya tangan ku yang terluka. Ini pengalaman aku agar lain kali aku bisa lebih berhati-hati.
Tapi aku tidak akan lupa akan semua pengalaman-pengalaman yang telah aku alami selama Live in di desa.
· Tibalah saat aku mau balik ke Jakarta, aku merasa sangat sedih karena sudah mau meninggalkan desa tersebut. Aku sudah mersa betah di sana padahal awal-awalnya aku merasa sangat kagok dan ingin cepat-cepat balik ke Jakarta. Tapi berbeda dengan suasana aku sekarang. Sekarang aku sudah merasa betah di desa tersebut. Aku dengan berat hati meninggalkan desa tersebut. Sebelum aku kumpul di gereja bersama peserta live in lainnya, aku pamit dulu dengan ibu dan ayu (anak perempuan dari pak Wahono) dan sebelum aku berangkat, aku foto bareng bersama keluarga Pak Wahono.
Pak Wahono mengantar aku ke gereja untuk berkumpul bersama peserta live in lain. Setelah 30 menit aku menunggu. Akhirnya, aku sudah mau masuk ke dalam mobil untuk menuju ke sebuah gereja di mana bus tersebut berhenti. Sebelum masuk ke mobil, aku berpamitan dulu dengan Pak Wahono. Aku merasa sangat sedih dan ingin mengeluarkan air mata. Tetapi aku menahan air mata tersebut dengan rasa pedih.
· Sebelum balik ke Jakarta, kami berkunjung dulu ke Candi Borobudur. Di sana kami berfoto-foto dan belanja. Pemandangan di Candi Borobudur sangat indah. Tetapi udara di sana sangatlah panas, sehingga aku merasa kulitku serasa kebakar.
Setelah bubar dari Candi Borobudur, kami berhenti di sebuah tempat makan. Kami semua antrian untuk mengambil makan. Selesai makan siang, kami kembali ke bus dan kembali menjalankan perjalanan ke Jakarta.
· Kami juga berkunjung ke Malioboro. Di sana kami di sambut olehbanyak tukang becak. Kami di bawa keliling Yogyakarta. Di bawa ke tempat-tempat belanja. Di sana aku membeli t-shirt dagadu, dan tas. Aku merasa sangat senang berbelanja di sana. Setelah jam 5, kami disuruh kumpul dan kembali ke bus.
Paginya sekitar jam 10an, kami tiba di Jakarta dengan selamat. Aku merasa sangat capek akan perjalanan ini. Tetapi perjalanan ini sangat menyenangkan dan berharga bagi aku.
Aku berharap semoga suatu hari lagi aku bisa berkunjung ke desa itu.